Sabtu, 19 September 2009

Penipuan di situs Jejaring sosial mulai marak

Sejak tahun 2006 setidaknya ada dua atau tiga Juta pemegang telepon genggam yang terkena modus penipuan. Jumlah pengguna telepon genggam yang terus meningkat merupakan 'lahan penipuan baru' yang cukup menjanjikan bagi kawanan anggota penipuan lewat SMS ini. Kini muncul kembali kejahatan tersebut marak dengan modus operandi yang berbeda pendekatan baru yang mengancam pengguna layanan Internet tak luput jadi lahan subur bagi kawanan tersebut. Kejahatan tersebut seringkali dilakukan dalam situs-situs jejaring sosial seperti, Mirc, Yahoo massanger, twitter, facebook, dll. kami mendapatkan setidaknya ada 100 laporan penipuan yang kebanyakan terjadi di facebook, dan Twitter, agar kasus ini tidak merambah kemana mana dan semakin banyak orang yang terkena imbasnya dimohon kepada setiap pengguna agar menginformasikan hal ini kepada teman / saudara yang sering menggunakan fasilitas jejaring sosial tersebut” tambah Peterson. Hal itu didasarkan pada laporan Cisco 2009 Midyear Security Report, yang menunjukkan bahwa banyak kejahatan cyber beroperasi seperti layaknya usaha bisnis. Penjahat menerapkan strategi yang sering digunakan oleh perusahaan dan membentuk kerja sama dengan pihak lain untuk meningkatkan dampak tindak kejahatan cyber mereka.

"Dengan 10 miliar pengguna layanan internet di seluruh dunia, para pelaku memiliki sasaran yang luas dan dapat meraup untung yang besar meskipun hanya berhasil menipu sebagian kecil korban," ujar Cisco Fellow and Chief Security Researcher, Patrick Peterson dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8/2009).

Menurut Peterson, hal lain yang paling mengejutkan dari penemuan Cisco yang terbaru adalah bagaimana para pelaku kejahatan cyber bukan hanya menggunakan kemampuan teknis untuk menjaring lebih banyak korban dan tidak terdeteksi.

Laporan edisi tengah tahun Cisco menggarisbawahi strategi bisnis dan teknik yang paling sering digunakan para pelaku kejahatan untuk menerobos jaringan perusahaan, membahayakan situs web, mencuri informasi pribadi dan uang.

Salah satu teknik yang sering digunakan adalah worm Conficker yang memanfaatkan celah sistem operasi Windows mulai mewabah akhir tahun lalu dan sampai sekarang masih terus menyebar. "Sampai dengan Juni 2009 sudah beberapa juta sistem komputer berada di bawah kendali Conficker," ujar Peterson. Sebagian dari mereka juga masih beroperasi menggunakan metode lama dengan taktik yang baru. "Di masa di mana para pelaku kejahatan cyber dapat dengan mudah mencari kelemahan jaringan, kita harus dapat mengadopsi cara yang lebih maju untuk melawan ancaman-ancaman cyber dari segala aspek," kata Peterson.

Sumber :
Isdariana Agustin
19 September 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar